Kembali ke Daftar Artikel

Tafsir Surah An-Naziat Ayat 11-20: Kisah Nabi Musa

Catatan Kajian
Tema: Tafsir Surah An-Nazi’at Ayat 11-20
Pemateri: Ust. Arif Erde
Waktu: Ahad, 20 September 2026

Surah An-Nazi’at merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang membahas berbagai perkara penting, termasuk tentang hari kebangkitan, kehidupan setelah kematian, serta kisah Nabi Musa ‘alaihissalam ketika berdakwah kepada Fir’aun.

Dalam kajian ini, Ust. Arif Erde membahas tafsir Surah An-Nazi’at ayat 11 sampai 20. Ayat-ayat tersebut mengingatkan manusia tentang kepastian kebangkitan setelah kematian dan kemudian mengisahkan perintah Allah kepada Nabi Musa untuk mendatangi Fir’aun yang telah melampaui batas.

Tafsir Surah An-Nazi’at Ayat 11-14: Tentang Hari Kebangkitan

Surah An-Nazi’at Ayat 11

“Apakah (akan dibangkitkan) apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur?”

Ayat ini menggambarkan pertanyaan orang-orang yang mengingkari adanya kebangkitan setelah kematian. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin manusia yang tubuhnya telah hancur dan menjadi tulang-belulang dapat kembali hidup.

Padahal, banyak sekali ciptaan Allah yang dapat menjadi tanda atas kekuasaan-Nya. Salah satunya adalah proses pembentukan manusia sejak berada dalam kandungan.

Proses penciptaan manusia dari tahapan yang sebelumnya tidak ada menjadi makhluk yang sempurna menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan untuk menciptakan dan membangkitkan kembali manusia.

Surah An-Nazi’at Ayat 12

“Mereka berkata, ‘Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.’”

Mereka tetap menganggap bahwa kebangkitan tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan merugikan.

Ayat ini menunjukkan bagaimana orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan mempertanyakan kemungkinan manusia dikembalikan kepada kehidupan setelah tubuhnya hancur.

Surah An-Nazi’at Ayat 13

“Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.”

Allah menjelaskan bahwa kebangkitan manusia bukanlah sesuatu yang sulit bagi-Nya.

Pada hari kiamat, cukup dengan sekali tiupan, Allah mampu membangkitkan seluruh manusia. Kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu yang ada di atas maupun di bawah bumi.

Surah An-Nazi’at Ayat 14

“Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi.”

Ayat ini menggambarkan bahwa pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur.

Kebangkitan tersebut terjadi atas kekuasaan Allah dan menjadi salah satu bagian dari rangkaian peristiwa pada hari kiamat.


Tafsir Surah An-Nazi’at Ayat 15-20: Kisah Nabi Musa dan Fir’aun

Setelah menjelaskan tentang kebangkitan, ayat berikutnya membawa perhatian kepada kisah Nabi Musa ‘alaihissalam.

Surah An-Nazi’at Ayat 15

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?”

Allah mengawali kisah Nabi Musa dengan sebuah pertanyaan.

Kisah tersebut tidak langsung disampaikan begitu saja, tetapi didahului dengan pertanyaan yang menarik perhatian.

Hal ini mengisyaratkan bahwa kisah Nabi Musa merupakan kisah penting yang perlu diketahui dan direnungkan.

Kisah para nabi dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita sejarah, tetapi mengandung pelajaran dan petunjuk bagi manusia.

Surah An-Nazi’at Ayat 16

“Ketika Tuhannya memanggil di lembah suci, yaitu lembah Tuwa.”

Pada ayat ini disebutkan ketika Allah memanggil Nabi Musa di lembah suci Tuwa.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa terdapat perintah penting yang hendak disampaikan Allah kepada Nabi Musa.

Nabi Musa kemudian mendapatkan tugas untuk menjalankan misi yang sangat penting dalam menyampaikan dakwah kepada Fir’aun.

Surah An-Nazi’at Ayat 17

“Pergilah engkau kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas.”

Allah memerintahkan Nabi Musa untuk mendatangi Fir’aun.

Fir’aun telah melakukan tindakan yang melampaui batas, sehingga Nabi Musa diperintahkan untuk menyampaikan dakwah kepadanya.

Dari ayat ini dapat dipahami adanya kewajiban untuk berdakwah dan menyampaikan kebenaran, termasuk kepada orang yang telah melakukan berbagai bentuk penyimpangan.

Berdakwah dengan Pendekatan yang Tepat

Surah An-Nazi’at Ayat 18

“Lalu katakanlah, ‘Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri?’”

Nabi Musa diperintahkan untuk menyampaikan ajakan kepada Fir’aun agar membersihkan dirinya dari kesesatan.

Dalam catatan kajian ini, ayat tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan dialog dan musyawarah dalam berdakwah, termasuk dengan menyampaikan secara langsung dan bertemu dengan orang yang menjadi sasaran dakwah.

Dakwah bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga mengajak seseorang menuju kebaikan dan meninggalkan kesesatan.

Surah An-Nazi’at Ayat 19

“Dan aku akan menunjukimu (membimbingmu) ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya.”

Nabi Musa kemudian menawarkan bimbingan kepada Fir’aun menuju jalan Allah.

Dari ayat ini terdapat pelajaran bahwa dalam menjalankan agama, seseorang membutuhkan bimbingan dan tuntunan dari orang yang memiliki ilmu.

Belajar agama tidak hanya dilakukan berdasarkan pemahaman pribadi, tetapi juga membutuhkan orang yang berilmu untuk membimbing dan membantu menjelaskan ajaran agama dengan benar.

Surah An-Nazi’at Ayat 20: Mukjizat Nabi Musa

“Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.”

Nabi Musa kemudian memperlihatkan mukjizat yang besar kepada Fir’aun.

Mukjizat tersebut menjadi salah satu tanda yang memperkuat kebenaran risalah yang disampaikan Nabi Musa.

Dalam konteks dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun, mukjizat menjadi bukti yang diberikan Allah untuk memantapkan dan memperkuat kebenaran yang disampaikan, sehingga Fir’aun tidak memiliki alasan untuk meragukan bahwa Nabi Musa membawa risalah dari Allah.

Pelajaran dari Surah An-Nazi’at Ayat 11-20

Dari pembahasan ayat 11 sampai 20, terdapat beberapa pelajaran yang dapat direnungkan.

1. Kebangkitan setelah kematian adalah sesuatu yang berada dalam kekuasaan Allah

Manusia mungkin mempertanyakan bagaimana tubuh yang telah hancur dapat kembali hidup. Namun, kekuasaan Allah tidak terbatas pada apa yang dapat dipahami oleh manusia.

2. Ciptaan Allah menjadi tanda kekuasaan-Nya

Proses penciptaan manusia dan berbagai ciptaan Allah dapat menjadi sarana untuk merenungkan kebesaran dan kekuasaan-Nya.

3. Dakwah merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim

Kisah Nabi Musa menunjukkan adanya perintah untuk menyampaikan kebenaran kepada manusia, termasuk kepada mereka yang telah melampaui batas.

4. Dakwah membutuhkan pendekatan yang baik

Ajakan Nabi Musa kepada Fir’aun menunjukkan pentingnya menyampaikan dakwah dengan cara yang tepat, termasuk melalui dialog dan penyampaian secara langsung.

5. Dalam beragama diperlukan bimbingan orang yang berilmu

Ayat 19 memberikan pelajaran tentang pentingnya bimbingan menuju jalan Allah. Karena itu, seorang Muslim perlu belajar agama dari sumber yang benar dan mendapatkan tuntunan dari orang yang memiliki ilmu.

6. Mukjizat merupakan tanda dari Allah bagi para rasul

Mukjizat Nabi Musa menjadi salah satu bukti yang Allah berikan untuk menguatkan risalah yang dibawanya.

Penutup

Tafsir Surah An-Nazi’at ayat 11-20 menggabungkan dua pembahasan penting: kepastian hari kebangkitan dan kisah dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun.

Ayat-ayat awal mengingatkan manusia bahwa kebangkitan setelah kematian merupakan perkara yang berada sepenuhnya dalam kekuasaan Allah. Sementara ayat berikutnya menghadirkan kisah Nabi Musa sebagai pelajaran tentang dakwah, bimbingan agama, dan tanda-tanda kekuasaan Allah.

Semoga pembahasan ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin mengenal kekuasaan Allah, mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat, serta terus belajar agama melalui bimbingan ilmu yang benar.

Wallahu a’lam bish-shawab.

WhatsApp Konsultasi